Satgas Covid Umumkan Pasien Ke-420

26 Humas Paser 2020-10-22 12:18:04

TANA PASER – Sejak penetapan Psr 1 di Kabupaten Paser 18 April 2020, sampai kini sudah ada 420 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Paser. Juru Bicara Satgas Amir Faisol mengumumkan pasien baru Rabu (21/10) yang berjumlah 12 orang, mayoritas tanpa gejala.

Dua belas pasien ini, yang ditetapkan dengan kode Psr 409 sampai Psr 420, kebanyakan tanpa gejala atau asimtomatik yaitu 11 orang dan kini sudah menjalani karantina di rumah isolasi eks RSUD PS. Satunya simtomatik dan kini juga sudah menjalani perawatan dan isolasi di ruang isolasi RSUD PS. Ada 10 yang laki-laki dan 2 perempuan.

Ada 7 yang transmisi lokal dan 5 lainnya diduga punya riwayat kontak dengan pasien sebelumnya. Batu Sopang menyumbang pasien paling banyak, yaitu 5 orang, disusul Tanah Grogot 4 orang, lalu Pasir Belengkong 2 orang dan Muara Samu 1 orang. Ini membuat Muara Samu kembali ke zona kuning setelah beberapa waktu di zona hijau.

Hingga kini ada 420 pasien positif, 342 sembuh dan 12 meninggal dunia. Ada 66 yang masih dirawat dan ini membuat Kabupaten Paser berada di zona merah. (humas)

MAN IC Paser Peringati Hari Santri Nasional 2020
20 Humas Paser 2020-10-22 12:04:48

Tana Paser - Untuk kelima kalinya MAN Insan Cendekia Paser kembali memperingati Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2020) di Aula Pertemuan MAN IC Paser secara virtual melalui zoom meeting yang disiapkan oleh Panitia, Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan melalui dunia maya tersebut diikuti oleh Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Asisten Kesra, Dr. M. Jauhar Effendi, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kaltim, Drs. H. Masrawan, M.Ag., Ketua MUI Kaltim, K.H. Hamri Haz, Imam Besar Masjid Islamic Center/Ketua Syuriah NU Kaltim, KH. Fakhruddin Wahab, M.Th., Kepala Kemenag se Kaltim, MUI se Kaltim, Para Kepala Madrasah MI, MTs, dan MA serta seluruh Pondok Pesantren se Kaltim. Khusus untuk MAN IC Paser, semua siswanya yang berjumlah 285 juga diikutkan dalam kegiatan tersebut.

Dalam Sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Masrawan, M.Ag., menyampaikan bahwa peringatan hari santri nasional adalah hari yang sangat istimewa karena tanggal 22 Oktober telah ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo melalui Kepres No.22 tahun 2015. Penetapan Hari Santri Nasional setiap tangga 22 Oktober merujuk dari peristiwa dicetuskannya resolusi jihad oleh Hadartus Syekh K.H. Hasyim Asy’ari dalam mengusir penjajah Belanda demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peristiwa tersebut telah melahirkan hal yang terbaik bagi kita semua.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Asisten Kesra, M. Jauhar Effendi menyampaikan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tapi juga sebagai lembaga pengabdian masyarakat dan dakwah. Dalam suasana masih mewabahnya covid-19 ini, saya mengajak kepada semua santri, para guru, dan masyarakat Kaltim agar selalu mengamalkan 3M, Memakai masker, Mencucui tangan dengan sabun, dan Menjaga jarak. Satu hal yang juga sangat penting ditambah 1M lagi yaitu Memohon perlindungan kepada Allah agar terhindar dan tidak terjangkit covid-19.

Kepada para santri dan Pondok Pesantren di seluruh Kaltim saya berpesan untuk terus meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, menjadi panutan dan teladan dalam masyarakat serta menjadi suluh penerang bagi masyarakat. Tingkatkan terus kemampuan beradaptasi dengan tantangan zaman yang semakin komplek, para santri tidak hanya ahli agama tapi juga menjadi ahli yang mampu mewarnai khazanah peradaban dunia. Istiqamah dan terus berkonstribusi dalam pembangunan tatanan sosial kemasyarakatan dengan cara dan pendekatan baru dengan mengedepankan hikmah dan nilai-nilai humanis(kemanusiaan). Sebarkan rahmat, kembangkan toleransi dan cinta kasih sayang kepada sesama serta antikekerasan. Jalankan pola hidup sehat dan bersih dengan selalu menerapkan protokol kesehatan serta selalu optimis dan semangat dalam menjalani kehidupan ini dengan lebih disiplin dan produktif.

Semoga dengan peringatan Hari Santri tahun ini semakin mengokohkan keberadaan santri, karena dengan santri sehat Indonesia akan kuat. Sekali lagi atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2020, semoga Allah swt selalu memberikan keberkahan dan kesuksesan kepada kita semua. Demikian Gubernur Kalimantan Timur mengakhiri sambutannya.

Pada akhir acara dilanjutkan dengan istighasah yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Islamic Center Samarinda, yang juga Ketua Syuriah NU Kaltim, KH. Fakhruddin Wahab, M.Th., dan ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Kaltim, KH. Hamri Haz. (humas_ispaser)

Tingkatkan Kualitas Data Gender dan Anak, Dinas P2KBP3A Gelar Rakor Data Terpilah Gender dan Anak Kabupaten Paser
23 Humas Paser 2020-10-22 10:18:26

Tana Paser – Tingkatkan kualitas data gender dan anak, Pemkab Paser melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak Kabupaten Paser (21/10).

Menurut Kabid PUG dan PP,  Dr. Kasrani, M.Pd, tujuan dari kegiatan ini diantaranya adalah untuk memberikan masukan terkait indikator SIGA Kabupaten Paser;  berdiskusi  untuk kemajuan dan pengembangan selanjutnya dan mengajak berkolaborasi sebagai kontributor Data dan Informasi dalam penyusunan Data Terpilah di Kabupaten Paser, dan  diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur Pemerintah dan masyarakat dalam penyusunan data terpilah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak  serta memperkuat Kelembagaan  Forum Data termasuk Kontributor Data.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KBP3A menyampaikan harapan agar seluruh pihak terkait dapat berperan aktif dalam pengumpulan, pengolahan dan analisis data terpilah secara terpadu sebagai bahan informasi dan pengambilan keputusan untuk pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Paser.

“Dalam kegiatan ini akan di pelajari tentang Penyusunan Data Terpilah Gender dan Anak, sehingga terkumpulnya data terpilah menurut jenis kelamin, status, kondisi perempuan dan laki-laki di seluruh bidang pembangunan yang meliputi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan ketenagakerjaan, bidang politik dan pengambilan keputusan, bidang hukum, sosial budaya dan kekerasan”, terang Hadijah.

Pada kesempatan tersebut Kepala Bappedalitbang H. Muksin, S.S., M.A. juga berpesan semoga kegiatan ini dapat memberikan gambaran gender dan anak secara menyeluruh disetiap tingkat administrasi dalam rangka penyusunan rencana kegiatan yang berbasis gender dapat berhasil dan berdaya guna.

Untuk diketahui,Kegiatan ini di isi oleh narasumber Dr. Iwan, MM dari KP3A Provinsi Kalimantan Timur,  M. Arief Meydiastomo, S.Sos dari Bappedalitbang, Dr. Kasrani, M.Pd  DP2KBP3A  serta di hadiri peserta dari OPD Se-Kab. Paser, dan  beberapa OPD Vertikal,  serta berbagai pihak terkait.

Kegiatan rakor ini dihadiri Staf Ahli Bidang Kesra drh. Boy Susanto, MP. Mewakili Bupati Paser Boy menyampaikan bahwa data gender dan anak menjadi elemen pokok bagi terselenggaranya pengarusutamaan gender (PUG) dalam pemenuhan hak laki-laki, perempuan dan anak di berbagai bidang pembangunan.  Saat ini data dan informasi yang ada belum berupa database yang terintegrasi, dan informasi gender merupakan sesuatu yang tidak statis tetapi bersifat dinamis dan selalu berubah”, jelasnya.

Lebih lanjut Boy mengungkapkan bahwa data dan informasi sangat dibutuhkan sebagai bahan masukan dalam perencanaan pembangunan di semua bidang, tidak terkecuali pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Data gender dan anak tidak hanya menjadi kebutuhan dan perhatian dari Dinas P2KBP3A  saja, tetapi data gender dan anak harus menjadi bagian penting dalam pengelolaan data di seluruh lintas sektor di Kabupaten Paser”, tutupnya.

Dalam kegiatan ini juga dilanjutkan Launching Sistim Informasi Gender Perempuan dan Anak DP2KBP3A serta Penandatangan MoU DP2KBP3A dan Diskomimfostaper pengembangan PUG dan PP di Kabupaten Paser. (humas)

MASYARAKAT KAB. PPU, KAB. PASER DAN KAB KUKAR SEPAKAT BATAS VERSI KABUPATEN PASER
118 Humas Paser 2020-10-22 09:17:37

Tana Paser - Upaya Pemerintah Kabupaten Paser dalam menetapkan batas wilayah khususnya antara Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Barat telah memperoleh titik terang.

Hal tersebut dibuktikan dengan peninjauan bersama untuk verifikasi lapangan pada Km.41 Itci dan Sungai Toyu segmen batas daerah antara Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dalam kegiatan ini, tim Pemkab Paser dipimpin langsung Sekretaris Daerah Katsul Wijaya, tim Biro Pemerintahan Pemprov Kaltim, tim Pemkab PPU dan tim Pemkab Kubar serta diikuti masyarakat adat dari masing-masing kabupaten.

Titik batas wilayah ini memang telah berulangkali dilakukan peninjauan oleh tim Penegasan Batas Daerah (PBD) Pemkab Paser sehingga melalui kegiatan peninjauan bersama ini ada keputusan yang bersifat final dan menjadi bukti bahwa semua pihak yang terlibat telah bersepakat tentang masing-masing batas wilayah.

Sebelumnya masyarakat adat Paser khususnya Desa Muara Toyu mempertanyakan Permendagri 121 Tentang Batas Wilayah Kukar, Kubar dan PPU dimana masyarakat adat tidak dilibatkan proses penetapan dan penegasan batas.

Dalam Permendagri tersebut menghilangkan segmen batas antara Kab. Paser dengan Kab. Kutai Kartanegara sehingga hal ini mengundang reaksi masyarakat adat baik Paser maupun PPU.

Dibeberapa titik pemberhentian peninjauan lokasi terjadi diskusi antara masing-masing masyarakat adat dan pada dasarnya mereka semua bersepakat bahwa batas wilayah adalah punggung gunung kemana anak-anak sungai mengalir ke sungai besar itulah yang mempunyai wilayah sesuai pemahaman masyarakat, khususnya masyarakat adat. Hal itu diungkapkan salah satu tokoh adat PPU bahwa leluhurnya berpesan jangan mengambil wilayah Toyu.

Pada kesempatan tersebut sekda menyampaikan bahwa kegiatan ini harus mencapai titik final karena semua masyarakat masing-masing telah sepakat sehingga tidak ada lagi permasalahan dikemudian hari.

“Jika hari ini tidak final maka saya sendiri yang akan langsung memimpin melakukan pertemuan dengan Gubernur untuk menyelesaikan masalah ini”, tegas Katsul Wijaya.

Di akhir kegiatan yang telah memakan waktu sehari penuh dan saat kembali ke simpang Itci ditetapkan dan disepakati berita acara yang masing-masing perwakilan baik pemkab maupun masyarakat menandatangani untuk selanjutnya ditindaklanjuti tim Pemprov Kaltim sebagai dasar dalam usulan perubahan Permendagri. (humas)


26 Humas Paser
2020-10-22 12:18:04

Satgas Covid Umumkan Pasien Ke-420

TANA PASER – Sejak penetapan Psr 1 di Kabupaten Paser 18 April 2020, sampai kini sudah ada 420 pasien yang
terkonfirmasi positif Covid-19 di Paser... Selengkapnya


20 Humas Paser
2020-10-22 12:04:48

MAN IC Paser Peringati Hari Santri Nasional 2020

Tana Paser - Untuk kelima kalinya MAN Insan Cendekia Paser kembali memperingati Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2020)
di Aula Pertemuan MAN IC Paser secara virtual melalui zoom meeting yang disiapk... Selengkapnya


23 Humas Paser
2020-10-22 10:18:26

Tingkatkan Kualitas Data Gender dan Anak, Dinas P2KBP3A Gelar Rakor Data
Terpilah Gender dan Anak Kabupaten Paser

Tana Paser – Tingkatkan kualitas data gender dan anak, Pemkab Paser melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga
Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menyelenggarakan kegiatan... Selengkapnya




© 2012 - 2020 Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Paser Kalimantan Timur