Pasien Covid Meninggal Dunia Kini 20 Orang, Batu Sopang Zona Hijau

144 Humas Paser 2020-11-27 05:01:46

TANA PASER – Jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Paser yang meninggal dunia kini sudah 20 orang atau 2.53 persen dari angka positif yang berjumlah 791 orang. Yang terbaru kabar meninggal dunia 2 orang disampaikan oleh juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Paser Amir Faisol, Kamis (26/11) sore.

“Pasien yang meninggal dunia adalah Psr 713 dan Psr 764,” kata Amir melalui pesan singkat ke grup WA media center Covid. Kemudian dari rilis Satgas Covid Provinsi Kalimantan Timur diketahui informasi lebih lanjut kedua pasien. Keduanya dari Kecamatan Tanah Grogot.

Psr 713 adalah seorang perempuan usia 80 tahun, merupakan pasien smtomatik atau dengan gejala yang diumumkan positif Covid pada 18 November lalu dan selama ini dirawat di ruang isolasi RSUD PS. Sementara Psr 764 adalah laki-laki usia 55 tahun yang juga dirawat di ruang isolasi dan diumumkan positif pada 23 November lalu. Keduanya disebut memiliki gejala infeksi saluran pernafasan akut. Keduanya sudah dimakamkan melalui protokol Covid.

Kemudian setelah sehari dilaporkan tidak ada pasien sembuh dan juga pasien positif, maka dalam waktu yang hampir bersamaan, yaitu Rabu dan Kamis, dilaporkan 19 pasien sembuh dan 19 pasien baru yang positif. Pasien yang positif diberi kode Psr 775 – Psr 791.

Dari 791 pasien positif, dilaporkan sembuh 697, meninggal dunia 20 orang dan masih dirawat sebanyak 74 orang. Ini masih menempatkan Paser di zona merah. Untuk pembagian kecamatan, Tanah Grogot di zona oranye dengan 46 pasien. 

Lalu 7 kecamatan lain di zona kuning yaitu Pasir Belengkong 9 pasien, Kuaro 8, Long Kali 6, Long Ikis 2, dan Muara Komam, Muara Samu serta Batu Engau masing-masing 1 pasien. Kecamatan Batu Sopang kini ada di zona hijau. Sejauh ini dilaporkan dari Batu Sopang ada 156 pasien, sembuh 151 dan meninggal dunia 5 orang. (humas)

Wabup Kaharuddin Sampaikan Penghantar Nota Keuangan RAPBD 2021
150 Humas Paser 2020-11-25 10:28:33


TANA PASER- Wakil Bupati Paser H Kaharuddin menyampaikan pidato penghantar nota keuangan dan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah atau RAPBD Kabupaten Paser  tahun angggaran 2021 pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Paser, Rabu (25/11).

Dalam rapat Paripurna penyampaian nota keuangan daerah terhadap peraturan daeah tentang RAPBD Kabupaten Tahun Th 2021 yang dipimpin Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi, hadir unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Dewa    Made Sudarsana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ina Rosana, ketua Bappedalitbag Muksin, Kadis Keuangan dan Aset Daerah Abdul Kadir dan Kepala Inspektur Ispektorat Darni.

Wabup Kaharuddin   menyampaikan secara umum RAPBD Kabupaten Paser tahun anggaran 2021 yang mempunyai peran strategis untuk melaksanakan tiga fungsi ekonomi pemerintah, yaitu fungsi alokasi, fungsi distribusi dan fungsi stabilitasi.

Mengawali pidatonya, Kaharuddin menyampaikan target kinerja pembangunan Kabupaten Paser Tahun 2021 meliputi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser diperkirakan naik sebesar 4,72%, dari Tahun 2020 sebesar 3,90%.

Sedangkan  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2021 sebesar 73,20, naik sebesar 0,64 dari Tahun 2020 sebesar 72,56. Sedangkan tingkat kemiskinan tahun 2021 sebesar 7,50%, turun dari Tahun 2020 sebesar 7,95?n tingkat pengangguran terbuka Tahun 2021 sebesar 3,60%, turun dari Tahun 2020 sebesar 4,25%.

Selanjutnya Wabup Kaharuddin menyampaikan pokok-pokok penjelasan yang berkenaan dengan  APBD Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2021 dengan total pendapatan yang direncanakan Rp 1.720.789 trilyun yang terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp128 milyar lebih.

“Pendapatan transper sebesar Rp1. 547. 782 trilyun, lain-lain pendapatan daerah yang  sah sebesar Rp44. 963 milyar,” sebutnya.

Bagian pendapatan asli daerah ini jelas Wabup pendapatan Asli Daerah sebesar Rp128 milyar rupiah lebih yang berasal dari Pajak Daerah sebesar Rp26,9 milyar rupiah lebih, Retribusi Daerah sebesar Rp10 milyar rupiah lebih dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah  sebesar Rp91 milyar rupiah lebih.

“Jumlah pendapatan yang bersumber dari Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp1.547.782 trilyun. Rincian pendapatan yang bersumber dari pendapatan transfer  terdiri dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp1.368.876  trilyun dan pendapatan transfer antar daerah sebesar Rp 178.906  milyar,” jelasnya.

Bagian lain-lain pendapatan daerah yang sah sebut Wabup adalah sebesar Rp44.963 milyar 963, terdiri dari pendapatan hibah sebesar Rp 4 milyar, lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (Dana Bosnas) sebesar Rp 40,9 milyar rupiah lebih.

Selanjutnya kata mantan ketua DPRD Paser dua periode ini, untuk penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp200 milyar.” Besaran penerimaan pembiayaan ini merupakan proyeksi sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya yang diperkirakan sebesar Rp200 milyar rupiah,” jelas Kaharuddin.

Karena itu lanjutnya, berdasarkan uraian Pendapatan dan penerimaan netto sebagaimana telah saya kemukakan di atas, maka  kemampuan fiskal Pemerintah Daerah untuk membiayai belanja pada anggaran 2021 adalah sebesar Rp1.920.789 trilyun.

“Total anggaran tersebut, diarahkan untuk membiayai belanja sebagai berikut, belanja operasi sebesar Rp1.265.447 trilyun lebih, belanja modal sebesar Rp348 milyar  lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp 5 milyar rupiah lebih dan belanja transfer sebesar Rp289 milyar lebih,” sebut Wabup. (humas)

Pasien Covid Kota Baru Meninggal Dunia di RSUD Panglima Sebaya
214 Humas Paser 2020-11-25 10:14:54

TANA PASER – Seorang pasien Covid-19 laki-laki usia 45 tahun dari Kecamatan Pamukan Selatan Kabupaten Kotabaru meninggal dunia di RSUD Panglima Sebaya dan sudah dimakamkan secara protokol Covid. Dia kemudian menjadi pasien ke-18 yang meninggal dunia di Paser, dan diberi kode Psr 722.

Sebelumnya Satuan Tugas Covid Provinsi Kalimantan Timur merilis riwayat penyakit Psr 722, adalah pasien yang terkonfirmasi Covid pada 20 November 2020 dengan gejala infeksi saluran pernafasan akut. “Kasus dilaporkan meninggal pada 23 November 2020 di RSUD Panglima Sebaya, pemakaman dan pemulasaran sesuai protokol Covid-19,” demikian bunyi rilis dari Satuan Tugas Covid Provinsi Kalimantan Timur.

Bersamaan dengan informasi meninggalnya Psr 722, juga dilaporkan ada 15 pasien sembuh dan 14 pasien baru. Sehingga yang masih menjalani karantina dan dirawat ada 80 orang, dari total pasien sebanyak 774 orang. Yang sembuh sebanyak 676 orang.

Kemudian dari Satuan Tugas Covid Kabupaten Paser disebutkan bahwa 80 orang ini tersebar di 8 kecamatan. Hanya Long ikis dan Tanjung Harapan yang kini masih zona hijau. Tanah Grogot ada di zona oranye dengan 43 pasien yang dirawat. Sisanya, 7 kecamatan di zona kuning.

Kuaro dengan 15 pasien yang dirawat, sementara Batu Sopang, Pasir Belengkong dan Long Kali masing-masing 6 pasien, Muara Samu 2 pasien, dan terakhir Muara Komam dan Batu Engau masing-masing 1 pasien. (humas)

KEGIATAN PEMBELAJARAN SISWA/SISWI BESERTA GURU MELALUI METODE DARING PASCA COVID-19 DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN PASER 2020
173 Humas Paser 2020-11-24 09:04:42

Oleh : Hj. Jamilah Fitriah, S.Sos., MM*

Tana Paser - Pandemi Virus COVID-19 telah tersebar luas di dunia khususnya Negara Indonesia, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada tanggal 21 Agustus 2020 bahwa yang terkonfirmasi terpapar virus COVID-19 di Indonesia sejumlah 149.408 jiwa, sembuh 102.991 jiwa dan meninggal 6.418 jiwa. WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa virus COVID- 19 akan selalu hidup berdampingan dengan manusia dan terjadi dalam waktu yang lama, menyadari akan hal tersebut pemerintah pusat membuat kebijakan baru untuk menggunakan sistem new normal era, kebijakan ini adalah sebuah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus COVID-19 seperti larangan untuk berkerumun, menjaga jarak (physical distancing), pembatasan sosial (social distancing), memakai masker dan selalu membersihkan kedua tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer. Virus ini memberikan tantangan sendiri bagi dunia pendidikan, besarnya jumlah orang yang terpapar COVID-19 menjadikan pemerintah membuat kebijakan nasional mengenai pembelajaran secara daring/jarak jauh yang dilaksanakan di rumah masing-masing pada seluruh Institusi Pendidikan Indonesia hal ini tertuang pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan surat edaran No 4 Tahun 2020.

Pembelajaran di rumah dapat difokuskan pada kecakapan hidup mengenai pandemi COVID-19, pembelajaran secara daring merupakan pemanfaatan jaringan internet dengan, konektivitas, aksesibilitas, fleksibilitas, serta kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Penggunaan metode ini selain memberikan rasa aman dan nyaman juga memberikan keleluasaan waktu dalam belajar, serta dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan seperti WhatsApp group, zoom, video conference, classroom dll. Pembelajaran ini merupakan sebuah inovasi pendidikan dalam menjawab tantangan akan ketersediaan sumber belajar yang variatif. Sebagai seorang siswa/siswi sebaiknya memanfaatkan teknologi informasi dengan tujuan mendapatkan manfaat yang banyak, seperti memperoleh informasi setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat, kemudahan mendapatkan resource yang lengkap, aktifitas pembelajaran pelajar menjadi semakin meningkat, daya tampung meningkat, kemudian terdapat standarisasi pembelajaran dan meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas. Namun, keberhasilan suatu inovasi ataupun media pembelajaran tergantung dari karakteristik peserta didiknya. Dampak negatif bagi peserta didik pada saat pembelajaran

menggunakan aplikasi online adalah peserta didik tidak memberikan perhatian lebih/ tidak konsentrasi saat pembelajaran berlangsung, dikarenakan terganggu oleh aktifitas lain yang dianggap lebih menarik dan kegiatan daring cenderung metode yang digunakan adalah guru yang lebih vokal dalam berbicara, sehingga kegiatan belajar menjadi seperti satu arah dari guru kepada murid. Namun, solusi dengan kondisi COVID-19 saat ini yang dirasa cukup tepat adalah melakukan pembelajaran secara daring.

Pembelajaran secara daring seringkali mengalami beberapa permasalahan, terutama masalah jaringan internet. Beberapa daerah tertinggal di Kabupaten Paser yang berada pada area blank spot atau zona yang tidak tersalurkan sinyal komunikasi mengalami hal yang sulit untuk belajar secara daring, untuk itu Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser memberikan fasilitas jaringan internet gratis kepada siswa/siswi dan guru agar tetap bersemangat dalam belajar, jaringan internet ini dapat diakses setiap jam kerja senin-jumat di ruang Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser dengan kapasitas perhari dibatasi sebanyak 15 orang. Namun, siswa/siswi beserta guru diharapkan membawa perangkat alat elektronik masing-masing serta tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan mengatur jarak belajar dengan tertib. Diharapkan siswa/siswi dan guru dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sekaligus tetap menjaga kesehatan dan mencegah penularan COVID-19 khususnya di daerah Kabupaten Paser.

*) Pustakawan Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser. (humas)


144 Humas Paser
2020-11-27 05:01:46

Pasien Covid Meninggal Dunia Kini 20 Orang, Batu Sopang Zona Hijau

TANA PASER – Jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Paser yang meninggal dunia kini sudah 20 orang atau 2.53 persen dari
angka positif yang berjumlah 791 orang... Selengkapnya


214 Humas Paser
2020-11-25 10:14:54

Pasien Covid Kota Baru Meninggal Dunia di RSUD Panglima Sebaya

TANA PASER – Seorang pasien Covid-19 laki-laki usia 45 tahun dari Kecamatan Pamukan Selatan Kabupaten Kotabaru
meninggal dunia di RSUD Panglima Sebaya dan sudah dimakamkan secara protokol Covid... Selengkapnya




© 2012 - 2020 Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Paser Kalimantan Timur