ESQ Pertama Peduli Pendidikan | |
|
PASERKAB, 30-11-2008 00:00:00 WITA Wakil Bupati Paser HM Hatta Garit MM sangat bersyukur adanya kerjasama antara Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Paser, BKD dan ESQ Leadership Center untuk mengadakan pelatihan ESQ khusus guru, yang diberi nama Pelatihan ESQ Peduli Pendidikan. Saat membuka secara resmi pelatihan di gedung Awa Mangkuruku, Kamis (27/11) lalu, Hatta mengatakan bahwa pelatihan untuk guru sangat penting dalam meningkatkan kualitas intelektualitas. Di samping moral dan kecakapan. Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, katanya, tidak cukup hanya dengan tingginya mutu pengetahuan tentang bagaimana mengajar dan berinteraksi dengan siswa. Ada nilai spiritualitas yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru, dan ESQ adalah salah satu wahana untuk mendapatkan itu. "Tingginya Intelligence Quotient (IQ) seseorang tidak menentukan kesuksesan seseorang. Lihat saja Albert Einstein yang terkenal dengan teori relativitasnya E=MC2. Karena tingginya IQnya, sampai-sampai otaknya masih disimpan di museum sampai sekarang. Begitu pula yang terjadi dengan suami istri yang menemukan Emotional Qoutient (EQ) Ian Marshall dan Danah Zohar," kata Wakil Bupati. Dia melanjutkan bahwa perpaduan semua kecerdasan tersebut dengan spiritual oleh Ary Ginanjar Agustian sangat cocok untuk dipelajari dan dipahami oleh guru, untuk membantu mendapatkan kemudahan dalam mengajar. Menurut alumnus SDN 003 Tanah Grogot 1965 ini, guru sekarang harus menguasai tiga kecerdasan yang ada dalam ESQ. Dia juga menyampaikan tujuh kecerdasan lain yang perlu diketahui para guru. Di antaranya kecerdasan linguistik, matematik, seni, bahasa tubuh, kinestetik, interpersonal dan intrapersonal. "Dengan demikian, guru sekarang memiliki kemampuan lebih dibanding guru pada generasi sebelumnya," jelas Hatta. Pelatihan selama tiga hari ini diikuti oleh 300 guru se-Paser. Sampai pembukaan selesai, masih ada sekitar 40 guru yang belum datang. Namun caretaker ketua FKA Paser Drs Abdullah Amir MSi mengatakan bahwa peserta akan tetap 300 orang, karena sejumlah guru yang tidak dapat hadir sudah memberikan konfirmasi. "Panitia sudah menghubungi guru-guru yang masuk dalam daftar cadangan, dan saat ini kami masih menunggu kedatangan mereka," papar Abdullah Amir.(KaltimPost,30112008) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
