Bertekad Tetap Gabung Paser | |
|
PASERKAB, 15-09-2008 00:00:00 WITA Sejumlah tokoh masyarakat kepulauan Balabalangan, Senin (15/9) pagi ini, dijadwalkan akan menemui Pj Gubernur Kaltim Tarmizi Abdul Karim terkait keinginan warga kepulauan yang berada di selat Makassar ini untuk bergabung secara adminitratif dengan Kabupaten Paser, Kaltim. Kedatangan sejumlah tokoh warga dan aparat desa gugusan kepulauan yang terletak di Selat Makassar di sebelah timur Kabupaten Paser yang masih dalam sengketa antara Provinsi Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat ke Kantor Gubernur Kaltim pagi ini, juga disertai sejumlah instansi terkait dilingkungan Pemkab Paser. Yang menarik dari perjalanan keinginan warga kepulauan yang saat ini diklaim Sulawesi Barat masuk wilayahnnya, keinginan warga Balabalangan untuk bergabung dengan wilayah Paser sudah cukup lama menggelora. Gayung bersambut, keinginan sebagian besar masyarakat Pulau Balabalagan untuk menjadi bagian dari Paser disambut baik pemerintah kabupaten Paser. Bahkan, pada masa Kabupaten Paser dipimpin Drs H Yusriansyah Syarkawi, pemerintah saat itu mengupayakan segala hal untuk menjadikan keinginan tersebut segera terwujud. Tidak saja oleh Pemkab Paser dan Pemprov Kaltim, tapi juga dibuktikan dengan kunjungan tokoh masyarakat Balabalangan ke Tanah Grogot. Karena itulah, pada masa itu pun Yusriansyah Syarkawi bersama unsur Muspida Paser melakukan kunjungan ke gugusan kepulauan yang kaya hasil lautnya, dan memiliki keindahan, baik bawah laut maupun pantainya ini. Hal yang sama juga dilakukan Bupati Paser yang mengutus Wabup HM Hatta Garit baru-baru ini mengunjungi kepulauan Balabalangan. Bahkan, wabup dan rombongan saat itu bermalam di pulau tersebut. Intinya alasan mereka untuk bergabung dengan Paser, karena selama ini mereka memilih menyelesaikan urusan sehari-hari di kecamatan Tanjung Harapan Kabupaten Paser daripada ke Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Bahkan, masyarakat yang sakit, atau ibu melahirkan selalu dibawa ke Puskesmas Tanjung Aru untuk mendapatkan pertolongan medis. Selain itu masalah kriminal pun selalu ditangani oleh Kepolisian Sektor Tanjung Harapan. Ditinjau dari aspek historis, kepulauan Balabalagan merupakan wilayah Kalimantan Timur berdasarkan dokumen historis. Dokumen administrasi pemerintahan Borneo Tahun 1848 yang berbahasa Belanda menyatakan bahwa Kepulauan Balabalagan termasuk wilayah Borneo. Dokumen tersebut tersimpan di Badan Arsip Nasional. Sementara itu pada buku Encyclopedia Van Nederlandech-Indie 1919 pada halaman 362 disebutkan bahwa Kepulauan Balabalagan secara teritorial adalah termasuk dalam wilayah Keresidenan Selatan dan Timur Pulau Borneo. Seperti diwartakan, sengketa antara Provinsi Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat menyangkut gugusan kepulauan Balabalangan ada titik terang. Pasalnya, baru-baru ini Pemrov Kaltim bersama DPRD Kaltim melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Barat terkait status kepemilikan Kepulauan Balabalagan yang terletak di Selat Makassar di sebelah timur Kabupaten Paser ini. Hal ini diungkapkan ketua rombongan kunjungan kerja DPRD Kaltim H Amiruddin Rukka dihadapan Bupati Paser HM Ridwan Suwidi, Minggu (7/9) terkait kunjungan kerja gabungan komisi dalam rangka menyerap aspirasi kabupaten/kota terkait rencana pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim Tahun Anggaran (TA) 2009. Menurut Rukka, secara garis besar dari pertemuan dengan pihak Sulawesi Barat, disepakati sengketa antara kedua provinsi menyangkut masalah batas wilayah kepulaun Balabalangan diserahkan sepenuhnya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri). "Pada intinya, dari pertemuan tersebut mereka juga ingin memiliki gugusan kepulauan Balabalangan. Yang jelas, masalah akan serius ditangani Mendagri," tandas anggota komisi II DPRD Kaltim ini.(KaltimPost,150908) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
