Petasan Makin Marak di Tanah Grogot | |||||||||||
Wajar saja jika warga Tanah Grogot bertanya-tanya kenapa kepolisian seolah tak berdaya menghadapi penjual dan pemakai petasan. Hingga kemarin, ibadah malam selama Ramadan, juga istirahat warga, terganggu akibat bunyi petasan dan mercon. Bahkan, suara ledakan petasan sudah mulai terdengar d imana-mana terutama selepas berbuka puasa. Tak hanya anak-anak yang bermain petasan, namun juga orang dewasa. Tentu saja, selain membahayakan, suara ledakan keras itu sangat mengganggu warga yang sedang melakukan sembahyang tarawih. Ramainya bunyi petasan tersebut tampaknya merata terjadi di Tanah Grogot usai waktu berbuka puasa hingga saat warga melaksanakan solat isya dan taraweh. Akibatnya, warga mulai terganggu dengan ledakan petasan yang memang sangat menggangu ibadah itu. "Kita yang masih muda saja, kalau mendengar suara letusan petasan waktu salat, kagetnya bukan main. Apalagi orangtua dan yang sakit," ngkap salah seorang jamaah masjid Baiturrahim Ponpes Bina Islam Tanah Grogot kepada koran ini, kemarin. "Kalau petasan itu dilarang disertai tindakan hukum yang jelas, saya yakin suasana lebih nyaman, ibadah juga lebih khusyuk," terangnya. Hal senada diungkapkan H Abdul Latif Thaha SAg. Ia mendengar bunyi petasan saat warga sedang salat masih ada di mana-mana. Karena itu, ustaz yang juga anggota DPRD Paser ini kembali berharap pihak keamanan untuk segera melakukan razia. Menurutnya, maraknya bunyi petasan di Tanah Grogot akibat kurang tegasnya aparat melakukan razia terhadap penjual petasan dan kembang api. "Saat ini banyak kembang api yang juga mengeluarkan bunyi ledakan. Mestinya aparat lebih jeli lagi, sehingga tidak ada lagi yang menjualnya," kata Latief. Sementara, dari pantauan koran di sejumlah ruas jalan kota Tanah Grogot, keberadaan penjual aneka bahan kembang api dengan berbagai jenis yang mengeluarkan bunyi ledakan cukup keras, bisa ditemui dengan mudah. Bahkan kembang api yang mengeluarkan ledakan dan percikan bunga api dengan aneka warna tersebut, terdengar hingga radius 1 kilometer, dipajang dengan terang-terangan oleh pedagang musiman tersebut.(KaltimPost,080908) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
