Bangun Madrasah Internasional | |||||||||||
Upaya memajukan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan di Kabupaten Paser terus dilakukan Bupati Paser HM Ridwan Suwidi. Tidak saja melalui alokasi dana daerah seperti pendidikan gratis dan berbagai program serta pembangunan infrastruktur pendidikan dengan alokasi dana melebihi 20 persen, tetapi juga melalui alokasi dana pusat atau APBN. Hasilnya, melalui pendekatan langsung di tingkat pusat oleh HM Ridwan Suwidi, pada 2008 ini sedikitnya dua alokasi dana dikucurkan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI ke Kabupaten Paser untuk sektor pengembangan pendidikan agama Islam di daerah yang memiliki moto Paser Buen Kesong atau Paser Berhati Baik ini. Menurut Bupati Ridwan Suwidi saat sosialisasi pembangunan tahun anggaran 2008 di Kecamatan Long Kali, ada dua alokasi dana melalui APBN yang disalurkan ke Kabupaten Paser pada tahun anggaran 2008 ini, yakni pembangunan Madrasah Aliyah (MA) Internasional serta pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan agama di Kabupaten Paser. "Ini patut kita syukuri, saat kita giat-giatnya mengembangkan pendidikan dan SDM, ternyata pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI merealisasikan dana yang sangat besar untuk pengembangan pendidikan agama Islam di daerah ini," kata Bupati di hadapan peserta sosialisasi pembangunan di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kamis (19/6). Terpisah, Kasubdin Prasarana dan Sarana Pendidikan Bappeda Paser Ambo Lala Sos menjelaskan, pembangunan MA Internasional alokasi dana yang dianggarkan mencapai Rp 15 miliar. Sedangkan untuk dana pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan agama tahun anggaran 2008 mencapai Rp 23 miliar se-Kabupaten Paser. "Khusus rencana pembangunan MA Internasional, karena sekolah peruntukannya untuk seluruh pelajar lulusan MTs Kaltim, bahkan Kalimantan. Maka pembangunannya ditetapkan di Kecamatan Long Kali yang memang letak sangat strategis karena berbatasan denga PPU. Yang jelas, MA ini nanti memiliki fasilitas pendidikan dan guru bertaraf internasional," jelasnya. Menurut Ambo Lala, pembangunan MA Internasional ini berada tak jauh dari lokasi Taman Wisata Pemandian Air Panas Kecamatan Long Kali yang merupakan tanah hibah dengan luas mencapai 20 ribu hektare. (KaltimPost,23062008) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
