Home » publikasi »
 
PUBLIKASI
Halaman ini dibaca : 38 Kali
small fontmedium fontlarge font

Pelajar yang Lulus Dilarang Konvoi

Tak ada yang Dianaktirikan
PDAM Harus Jamin Pelayanan yang Baik
Khusus Pelajar Rp 2.000
Banyak yang Belum Memuaskan
Pelajar Batu Engau Terima Seragam Gratis
PASERKAB, 11-06-2008 00:00:00 WITA

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Paser Bahrun mengimbau orangtua siswa untuk menjaga putra-putrinya agar tidak larut dalam kegembiraan saat pengumuman kelulusan. "Para pelajar dilarang melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat, seperti aksi coret-coret dan konvoi di jalan raya pada hari pengumuman kelulusan 14 dan 21 Juni mendatang. Larangan ini mengingat banyak siswa yang melakukan aksi konvoi pada tahun lalu," kata Bahrun, Selasa (10/6).
Kadisdik mengatakan, hal tersebut sangat penting untuk diberitahukan lebih awal kepada para orangtua, mengingat para siswa yang telah menerima kelulusan sering melakukan aksi konvoi dan kebut-kebutan di jalan usai pengumuman. Menurutnya, aksi konvoi adalah cikal-bakal demonstrasi yang sering dilakukan mahasiswa sekarang ini.
"Kalau baru SMA saja sudah ahli kebut-kebutan di jalan, bagaimana kalau sudah kuliah, bisa-bisa tiap hari demo," lanjutnya.
Sebagai orang yang terlibat langsung di dunia pendidikan khususnya di Paser, Bahrun merasa malu kalau ada siswa yang melakukan konvoi karena mestinya sekolah sudah menanamkan kedisiplinan kepada mereka selama 12 tahun.
"Mereka sudah duduk di bangku sekolah selama lebih dari sepuluh tahun. Kalau masih melakukan aksi coret-coret, kita sebagai orangtua harus malu," ungkapnya serius saat memberikan sambutan pada acara pisah kenang dan silaturahmi SMKN 1 Tanah Grogot di Gedung Awa Mangkuruku.
"Harapan ini tak saja berlaku untuk para siswa SMKN 1 dan orangtua serta walinya, namun untuk semua sekolah di Paser terutama di Tanah Grogot dan sekitarnya," tegasnya.
Siswa SMKN 1 yang mengikuti Ujian Nasional tahun ini sebanyak 231 orang dari tiga jurusan yaitu Administrasi Perkantoran, Akuntansi, dan Manajemen Bisnis. Bahrun mengilustrasikan, seandainya semua siswa tersebut ditambah siswa dari sekolah lain di Tanah Grogot melakukan aksi yang sama, maka masyarakat luas yang akan merasakan dampak negatifnya secara langsung.
Oleh sebab itu, menurutnya, para orangtua dan pihak sekolah harus bersiap untuk melakukan langkah preventif, menindaklanjuti imbauan dari Dinas Pendidikan. Yang harus diwaspadai bukan hanya konvoi siswa yang lulus, namun siswa yang tidak lulus juga harus mendapatkan perhatian yang serius. Khusus untuk SMKN 1, Kepala Sekolah Ahmad Ghozali tidak memberikan jaminan siswanya lulus 100 persen.
Masalahnya, banyak siswa yang sudah membeli dan mempersiapkan alat semprot jauh hari sebelumnya. Itu berarti niat yang bersangkutan sudah jauh melenceng.
"Saya percaya para orangtua cukup mampu mengontrol putra-putrinya. Yang saya ingin lihat, sanggupkah para orangtua tidak membawa anak-anaknya ke sekolah mengambil hasil ujian dan kelulusan. Sanggupkah mereka membuat anak-anak menunggu di rumah dan membicarakan perihal kelulusan secara kekeluargaan," tandas Bahrun. (KaltimPost,11062008)


Dikirim oleh : (administrator)



   BERITA LAINNYA :
28-07-2010 -Tim HBBS Hijaukan Perumahan Korpri Tapis
28-07-2010 -Hentikan Penerimaan Guru Honor Instruksi Kepala Dinas Pendidikan
27-07-2010 -Maksimal Dua Proyek Cara Bupati Membina Kontraktor Lokal
27-07-2010 -Senam Sehat HUT Askes Diserbu Warga
27-07-2010 -Stok Elpiji Dijamin Aman Kebutuhan Bahan Bakar Gas Jelang Ramadan

   CARI ARSIP BERITA :
Tanggal       Bulan       Tahun     


Kembali ke halaman semula
   
Kembali atas halaman ini

 

Berita Populer

Berita Lainnya

 
 


Tamu Online : 10
       

Serba-Serbi

Download File

Gallery Foto & Peristiwa

Dinas/ Instansi Yang Hadir Pada Musrenbang Kec. Muara Samu
Peserta Musrenbang Kec. Muara Samu
Perwakilan Desa Mengemukakan Usulan
Perwakilan Desa

Copyright © 2009 Tim E-Gov
Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur - Indonesia

Halaman ini terbuka dalam waktu : 0.038544 Detik