Warga Balag-Balagan Lebih Memilih Paser | |||||||||||
Masyarakat pulau Balag-Balagan yang berada di Selat Makassar ternyata menginginkan untuk segera bergabung secara administrasi dengan Kabupaten Paser. Keinginan ini disampaikan tokoh masyarakat Balag-Balagan ketika rombongan Pemkab Paser dipimpin Wabup HM Hatta Garit mengadakan kunjungan, Kamis (29/5) lalu. Alasan warga ingin bergabung dengan Paser adalah karena selama ini mereka memilih menyelesaikan urusan sehari-hari di Kecamatan Tanjung Harapan dari pada ke daerah lain, termasuk Sulawsei Barat. Masyarakat yang sakit atau ibu melahirkan selalu dibawa ke Puskesmas Tanjung Aru untuk mendapatkan pertolongan medis. Selain itu masalah kriminal pun selalu ditangani oleh Kepolisian Sektor Tanjung Harapan. Dari segi geografis, Tanjung Aru relatif lebih mudah dijangkau karena hanya ditempuh sekitar lima jam, sedangkan perjalanan ke tempat lain seperti Sulawesi Barat ditempuh dengan lama perjalanan dari sehari. Dengan demikian, meskipun sebagian masyarakat Balag-Balagan berasal dari Mamuju Sulawesi Barat, namun mereka tetap berkeinginan untuk menjadi warga Bumi Daya Taka. Sampai saat ini kepulauan Balag-Balagan tidak memiliki batas wilayah yang jelas baik secara de facto maupun secara de jure. Namun menurut penuturan sebagian masyarakat setempat, sejak zaman penjajahan Belanda sudah ada dokumen yang menyatakan bahwa kepulauan yang dihuni sekitar 100 kepala keluarga ini merupakan bagian dari daerah Borneo Timur. Sekitar 90 persen penduduk Balag-Balagan merupakan suku asli Mamuju, dan sebagian dari mereka masih memiliki KTP Mamuju. Namun di sisi lain mereka mengatakan bahwa sebagai penduduk Sulawesi Barat, mereka tidak pernah merasakan pembangunan yang dilaksanakan oleh salah satu provinsi termuda di nusantara itu. Hatta Garit menyambut baik keinginan yang disampaikan masyarakat, dan mengatakan bahwa keadaan masyarakat Balag-Balagan akan jauh lebih baik kalau sudah resmi masuk ke wilayah Paser. “Kita akan melaksanakan pembangunan yang merata dan sama seperti wilayah lain di Paser. Masyarakat balag-Balagan berhak mendapatkan pendidikan gratis dan pengobatan gratis dan cepat, serta pembangunan infrastruktur,” kata Hatta Garit kepada masyarakat yang tidak memiliki sekolah di daerahnya. Kasubbag Informasi dan Komunikasi Bagian Humas dan Penerangan Setdakab Paser Komaruddin yang ikut dalam rombongan menambahkan, pemerintah Kabupaten Paser akan selalu mengadakan kunjungan secara berkala setiap empat bulan untuk mengadakan pendataan dan memantau perkembangan masyarakat di pulau tersebut. Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
