Home » publikasi »
 
PUBLIKASI
Halaman ini dibaca : 20 Kali
small fontmedium fontlarge font

Warga Balag-Balagan Lebih Memilih Paser

Warga keluhkan Truk beroda 10
Paser Juarai Fahmil Qur"an MTQ ke 31
Hotel 126 Kamar segera Hadir di Paser
Harapan Warga Bakal Terwujud
DPRD dan Pemkab Paser Bahas Raperda
PASERKAB, 00-00-0000 00:00:00 WITA

Masyarakat pulau Balag-Balagan yang berada di Selat Makassar ternyata menginginkan untuk segera bergabung secara administrasi dengan Kabupaten Paser. Keinginan ini disampaikan tokoh masyarakat Balag-Balagan ketika rombongan Pemkab Paser dipimpin Wabup HM Hatta Garit mengadakan kunjungan, Kamis (29/5) lalu.
Alasan warga ingin bergabung dengan Paser adalah karena selama ini mereka memilih menyelesaikan urusan sehari-hari di Kecamatan Tanjung Harapan dari pada ke daerah lain, termasuk Sulawsei Barat. Masyarakat yang sakit atau ibu melahirkan selalu dibawa ke Puskesmas Tanjung Aru untuk mendapatkan pertolongan medis. Selain itu masalah kriminal pun selalu ditangani oleh Kepolisian Sektor Tanjung Harapan.
Dari segi geografis, Tanjung Aru relatif lebih mudah dijangkau karena hanya ditempuh sekitar lima jam, sedangkan perjalanan ke tempat lain seperti Sulawesi Barat ditempuh dengan lama perjalanan dari sehari. Dengan demikian, meskipun sebagian masyarakat Balag-Balagan berasal dari Mamuju Sulawesi Barat, namun mereka tetap berkeinginan untuk menjadi warga Bumi Daya Taka.
Sampai saat ini kepulauan Balag-Balagan tidak memiliki batas wilayah yang jelas baik secara de facto maupun secara de jure. Namun menurut penuturan sebagian masyarakat setempat, sejak zaman penjajahan Belanda sudah ada dokumen yang menyatakan bahwa kepulauan yang dihuni sekitar 100 kepala keluarga ini merupakan bagian dari daerah Borneo Timur.
Sekitar 90 persen penduduk Balag-Balagan merupakan suku asli Mamuju, dan sebagian dari mereka masih memiliki KTP Mamuju. Namun di sisi lain mereka mengatakan bahwa sebagai penduduk Sulawesi Barat, mereka tidak pernah merasakan pembangunan yang dilaksanakan oleh salah satu provinsi termuda di nusantara itu.
Hatta Garit menyambut baik keinginan yang disampaikan masyarakat, dan mengatakan bahwa keadaan masyarakat Balag-Balagan akan jauh lebih baik kalau sudah resmi masuk ke wilayah Paser. “Kita akan melaksanakan pembangunan yang merata dan sama seperti wilayah lain di Paser. Masyarakat balag-Balagan berhak mendapatkan pendidikan gratis dan pengobatan gratis dan cepat, serta pembangunan infrastruktur,” kata Hatta Garit kepada masyarakat yang tidak memiliki sekolah di daerahnya.
Kasubbag Informasi dan Komunikasi Bagian Humas dan Penerangan Setdakab Paser Komaruddin yang ikut dalam rombongan menambahkan, pemerintah Kabupaten Paser akan selalu mengadakan kunjungan secara berkala setiap empat bulan untuk mengadakan pendataan dan memantau perkembangan masyarakat di pulau tersebut.

Dikirim oleh : (administrator)



   BERITA LAINNYA :
02-09-2010 -SBY Malah Puji Malaysia Pidato Datar Bikin Perwira TNI Lesu
02-09-2010 -Hadiah Lebaran Sama dengan Suap Jasin: Laporkan ke KPK Paling Lambat 30 Hari
02-09-2010 -Segera Bentuk Model Desa PRIMA KPPKB Laksanakan Orientasi ke Wonosobo
02-09-2010 -Tapi Penduduk Miskinnya Ada 19.700 Jiwa PDRB Paser Capai Rp 7,83 Triliun pada 2009
02-09-2010 -Minta Bupati Tinjau Izin Penggunaan Jalan Warga Keluhkan Truk Batu Bara di Jalur Trans Kalimantan

   CARI ARSIP BERITA :
Tanggal       Bulan       Tahun     


Kembali ke halaman semula
   
Kembali atas halaman ini

 

Berita Populer

Berita Lainnya


Tamu Online : 6
       

Serba-Serbi

Download File

Gallery Foto & Peristiwa

Dinas/ Instansi Yang Hadir Pada Musrenbang Kec. Muara Samu
Peserta Musrenbang Kec. Muara Samu
Perwakilan Desa Mengemukakan Usulan
Perwakilan Desa

Copyright © 2009 Tim E-Gov
Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur - Indonesia

Halaman ini terbuka dalam waktu : 0.052340 Detik