Pesona Air Terjun Gerigu | |
|
PASERKAB, 03-06-2008 00:00:00 WITA Potensi pariwisata di Kabupaten Paser, khususnya wisata alam, memang cukup beragam. Salah satunya, potensi objek wisata Air Terjun Gerigu di Desa Semuntai, Kecamatan Long Ikis. Bahkan, objek wisata ini cukup potensial untuk dikembangkan. Alasannya, menurut Kepala Desa (Kades) Semuntai, Sardani Busra, selain jarak dari luar yaitu jalan negara Tanah Grogot-Penajam hanya kurang-lebih 12 kilometer, juga di kanan-kiri jalan sepanjang 10 kilometer, dapat dilihat hamparan kebun kelapa sawit, baik kebun PTP Nusantara XIII Semuntai, kebun KKPA, maupun kebun PT BWS. Yang menarik dari air terjun tersebut, selain tinggi dan diapit dinding bebatuan yang terjal, juga menantang sebagai lokasi wisata. Selain itu, keaslian alam dengan pepohonan besar sulit ditemukan di tempat lain, kata Sardani Busra. Sebagai bentuk keseriusan warga Desa Semuntai menggali potensi wisata alam ini, baru-baru ini mereka melaksanakan gotong-royong. Kegiatan itu khususnya dilakukan generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Remaja Karya (KTRK) dengan dukungan masyarakat. Walau hanya setitik yang bisa diperbuat, ada harapan, kegiatan itu bisa menambah koleksi objek wisata alam di Paser. Berikut diharapkan dapat menyumbang pendapatan asli daerah dari sektor kepariwisataan, tandasnya. Menurut Sadrani, masyarakat Semuntai berharap, objek wisata air terjun Gerigu ini dapat dimasukkan dalam rencana pengembangan oleh Pemkab Paser. Terpisah, anggota DPRD Paser melalui H Daeng Situtu SR saat ditemui, membenarkan, kegiatan masyarakat Semuntai dalam bentuk gotong-royong yang tujuannya membuka potensi wisata alam di Desa Semuntai tersebut. Bahkan, menurut Situtu, masyarakat melaksanakan gotong-royong setiap minggu. Potensi wisata air Terjun Gerigu sangat potensial untuk dikembangkan. Permasalahan yang mendesak saat ini adalah sarana jalan, sebenarnya sudah ada jalan sepanjang 10 kilometer. Namun, ada satu titik yang perlu dibuatkan jalan baru agar tidak melewati gunung yang tinggi dan satu jembatan itu pun bisa diantisipasi dengan pembuatan gorong-gorong setelah jalan itu dilebarkan, jelas Situtu. (KaltimPost,03062008) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
