Program Dai Pembangunan Digugat | |
|
PASERKAB, 17-05-2008 00:00:00 WITA Penempatan Dai Pembangunan di desa terpencil diakui cukup memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Namun, disayangkan tidak semua Dai Pembangunan bisa melaksanakan tugas-tugas yang diemban. Tidak heran program Pemkab Paser dalam upaya meningkatkan SDM masyarakat, khususnya di bidang keagamaan jadi sia-sia. Terhadap hal itu, Syahruddin, penghulu desa Mendik Bakti Kecamatan Long Kali berharap agar dalam proses penyaringan Dai Pembangunan benar-benar selektif, tidak asal rekrut tanpa melihat bobot dan kemampuan yang bersangkutan. "Terus terang, saat ini ada dai pembangunan yang kerjanya hanya DDP, yakni datang, diam, dan pulang. Selama bertugas di desa, dai tersebut tidak ada program atau kegiatan sama sekali. Wajar jika warga desa jadi kecewa," ungkap Syahruddin. Menurut Syahruddin, dalam proses rekrutmen Dai Pembangunan, hendaknya lebih mengutamakan orang yang benar-benar profesional, cerdas, berpengalaman, memiliki wawasan luas dan pandai bergaul atau bermasyarakat. "Mengapa kami menuntut seperti itu, karena pertimbangan adanya Dai Pembangunan priode 2007-2008 yang tidak paham apa-apa. Jangankan melaksanakan kegiatan, punya program saja tidak. Hal itu dirasakan warga desa kami," tandasnya. Selain pertimbangan itu, Syahruddin juga berharap agar Dai Pembangunan yang siap ditempatkan di mana saja benar-benar orang yang bebas dari ikatan tugas di luar status sebagai dai, sehingga dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai dai benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(KaltimPost,16052008) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
