Syamsianah Diminta Jangan Mundur | |||||||||||
Keputusan dewan hakim di final cabang Tilawah MTQ ke-30 Kaltim di Tanah Grogot yang menempatkan qariah Paser, Syamsianah SAg sebagai juara dua tetap mengundang reaksi berbagai pihak. Syamsianah sendiri telah menyatakan dia tidak mempersoalkan keputusan juri itu. Kali ini mantan qari nasional asal Balikpapan, Bambang Irianto yang angkat bicara. Menurut mantan qari yang selalu mewakili Kaltim di MTQ Nasional pada tahun '70-an ini, kegusaran sebagian masyarakat Paser setelah mendengar keputusan dewan hakim sangat beralasan. Ia mengaku menyaksikan partai final dan yakin sekali Syamsianah yang pernah meraih juara III MTQ tingkat Nasional pada tahun 1995 di Palangkaraya itu, lebih berhak keluar sebagai juara satu. "Kita akui bahwa penampilan wakil dari Berau sangat luar biasa dari segi lagu dan suara. Namun penampilannya di babak penyisihan dan maupun final, irama dan lagu serta suaranya tidak maksimal. Itu bisa dibuktikan dengan rekaman yang ada,"ungkap Bambang serius. Selanjutnya, anggota dewan hakim MTQ Paser ini menyayangkan keputusan pribadi Syamsianah yang hendak mundur dari MTQ untuk selamanya. Ia menilai mundurnya Qoriah yang telah mengikuti MTQ sejak 1985 di usianya yang masih sangat muda itu berdasarkan kekecewaan yang sangat mendalam. "Sangat disayangkan kalau Syamsianah sampai harus mundur dari MTQ. Kalau ini sampai terjadi, maka keputusan dewan hakim tersebut merupakan pembunuhan karakter,"kata Bambang. Oleh karena itu ia menyarankan Syamsianah yang pernah meraih juara I MTQ Kalsel selagi masih berstatus mahasiswa di IAIN Banjarmasin itu, untuk terus ikut di MTQ Nasional membuktikan kemampuannya. "Dia tidak perlu ikut TC (Training Centre) lagi untuk ikut di pentas nasional. Penampilannya di MTQ baru-baru ini sudah cukup membuat kita melek bahwa dialah yang terbaik di Kalimantan Timur,"lanjutnya. Sementara itu Syamsianah yang dihubungi mengatakan, dipanggil untuk mewakili Kaltim di MTQ Nasional di Banten Juni mendatang, sah-sah saja. Hal itu pernah terjadi. "Yang saya hindari adalah kegembiraan dan kesenangan saya pribadi dan masyarakat Paser di atas penderitaan orang lain yang merupakan juara satu," kata Syamsianah. Dia juga mengatkan bahwa banyak dukungan yang diberikan oleh masyarakat baik lewat SMS maupun secara langsung yang mendukungnya untuk terus maju. Dukungan tersebut datang dari berbagai pihak seperti pelatih, rekan-rekan qari dan qariah baik yang masih aktif maupun mantan qari dan qariah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.(KaltimPost,15052008) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
