Stok Obat RSUPS Terbatas | |
|
PASERKAB, 01-04-2008 00:00:00 WITA Peningkatan jumlah kunjungan pasien di Rumah Sakit Umum Panglima Sebaya (RSUPS) baik untuk pelayanan rawat jalan maupun rawat inap tak dibarengi ketersediaan stok obat. Akibatnya, sejumlah pasien terpaksa harus menebus resep di sejumlah apotik di luar rumah sakit. Menurut Kepala Instalasi Farmasi RSUPS Sulistiyo Rini, Ssi, Apt, Senin kemarin, pihaknya terkendala mekanisme pengadaan obat-obatan. Yang paling kurang adalah obat paten. ?Ini terkait dengan Kepres No 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah sehingga RSU tidak dapat langsung membeli obat-obatan yang diperlukan,? ujarnya. Lebih lanjut, ia mengungkapkan, peningkatan jumlah pasien pada tahun 2006, pasien rawat inap mencapai 3200 orang (BOR 78,89 persen) dari kapasitas 64 tempat tidur, sementara rawat jalan 22.086 orang. Sedangkan pada tahun 2007 rawat inap sudah mencapai 6.092 orang (BOR 71,76 persen) dari jumlah kapasitas 88 tempat tidur dan rawat jalan 29.095 orang dengan bermacam kasus. Ia menilai, pemenuhan kebutuhan obat-obatan yang dibutuhkan pasien dapat meningkatkan hasil pengobatan secara maksimum. Hal ini guna menghindari dan menekan serta mencegah timbulnya infeksi juga efek samping akibat penyakit yang diderita pasien. Ditambahkannya, sesuai Keppres 80, pengadaan obat melalui pelelangan umum yang terbuka luas diikuti masyarakat yang memenuhi persyaratan yang ditentukan. ?Sehingga RSUPS tidak dapat membeli langsung kebutuhan obat tetapi melalui pemenangan lelang proyek pengadaan obat yang diadakan setahun sekali,? katanya. Menurutnya, pihaknya telah berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di Kabupaten Paser. Apalagi, kini kesadaran masyarakat Paser juga semakin meningkat dengan didukung Program pengobatan gratis Pemerintah Kabupaten Paser yang menuntut Instalasi Farmasi RSUPS menjamin tersedianya obat yang berkualitas, memiliki efikasi, jumlah stok aman, nyaman bagi pasien serta informasi yang cukup. ?Misi dari praktek farmasi yakni menyediakan obat dan alat-alat kesehatan lain dan memberikan pelayanan yang membantu masyarakat guna menggunakan obat maupun alat kesehatan dengan cara yang benar,? paparnya.(KoranKaltim,01042008) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
