Kasus DBD Mengganas di Paser | |
|
PASERKAB, 04-02-2010 09:55:25 WITA Warga Kabupaten Paser, khususnya yang bermukim di Tanah Grogot diliputi keresahan, akibat kian mengganasnya Demam Berdarah Dengue (DBD), sementara tindakan pemerintah terhadap penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu juga belum nyata. “Setiap hari pasti ada warga yang dilarikan ke rumah sakit akibat DBD. Namun, sampai hari ini belum terlihat tindakan nyata dari dinas terkait di lapangan. Apa jumlah korban saat ini masih kurang, hingga belum saatnya ada tindakan dari dinas terkait?” ungkap Ivan Setyawan, warga Jl Sultan Hasanuddin Tanah Grogot kemarin. Keprihatinan senada disampaikan Supriadi, warga Jl RM Noto Sunardi Tanah Grogot. Ketua DPC PNI Kabupaten Paser ini mendesak Pemkab Paser segera mengambil langkah-langkah, agar dapat segera meredam keresahan warga. “Sudah banyak korban jatuh akibat DBD. Bahkan, Sabtu (30/10 kemarin, putra drg Nasruddin meninggal dunia akibat DBD. Meski sudah banyak korban jatuh, tapi Dinas Kesehatan belum memperlihatkan tindakan nyata. Mestinya, dalam situasi seperti ini, Dinas Kesehatan rutin melakukan fogging. Kalau perlu setiap hari ada fogging, sehingga keresahan warga bisa sedikit teredam,” tandas Supriadi yang sehari-hari dikenal sebagai Ketua DPC Organda Paser. Keprihatinan bernada resah yang disampaikan Ivan Setyawan, Supriadi dan juga warga lainnya cukup beralasan. Pasalnya, dari data yang diperoleh koran ini di Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, Senin (1/2) kemarin, tercatat 131 kasus DBD terjadi di Paser selama Januari 2010. Dari jumlah itu 2 penderita meninggal dunia. DBD tahun 2009 lalu mencapai 429 kasus dengan korban meninggal dunia 4 orang. Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
