Akibat Miskomunikasi Dua Dinas | |||||||||||
Tidak adanya perwakilan dari Paser dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bagi siswa SMP/MTs se Kaltim di Samarinda, ternyata karena adanya miskomunikasi antara Disdik Paser dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Paser. Disbudparpora menilai kegiatan itu seharusnya mereka tangani. Namun surat dari Disdik Kaltim ditujukan kepada Disdik Paser, bukan Disbudparpora. "Dinas Kebudayaan mengklaim kalau Festival Lomba Seni Siswa Nasional yang dilaksanakan Disdik Kaltim itu adalah porsinya. Karena adanya klaim itu, akhirnya kami menyerahkan kepada Dinas Kebudayaan untuk mengurus segala sesuatunya. Kami beranggapan, Dinas Kebudayaan sudah siap. Apalagi, belakangan, tidak pernah lagi ada koordinasi," jelas Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Paser Bahrun S. Saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Disdik Paser di Jalan Sultan Ibrahim Khaliluddin Tanah Grogot, Selasa (5/5) kemarin, Bahrun menyampaikan permohonan maaf atas tidak ikutnya Paser dalam festival yang diikuti 400 peserta dari sejumlah kabupaten/kota se-Kaltim itu dan menimbulkan kekecewaan Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Syafruddin Pernyata. Dia mengaku, selama ini sangat loyal dengan Disdik Kaltim. Bahrun mengaku, akan mengambil hikmah di balik kejadian tersebut. Karena itu, Bahrun mengaku sudah membuat surat ke Bupati Paser berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Disdik Paser pascaperubahan struktur sejumlah dinas di lingkungan Pemkab Paser. "Agar kejadian ini tidak sampai terulang, maka kami minta kejelasan terhadap sejumlah kegiatan yang selama ini jadi porsi kami, seperti Lomba Sains, Olimpiade dan kegiatan lainnya agar tetap di Dinas Pendidikan, sebab kegiatan itu lebih mengarah kepada kegiatan akademik," kata Bahrun mengakhiri penjelasannya. Secara terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Ir Azis Maulana MSi saat dikonfirmasi mengaku, kalau pihaknya tidak pernah menerima surat undangan dari Disdik Kaltin untuk mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional di Samarinda.. "Memang ada surat yang dikirim melalui faks oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jumat (1/5) lalu, namun tujuan surat tetap bukan Dinas Kebudayaan, melainkan Dinas Pendidikan Kabupaten Paser," kata Azis didampingi Kabid Kebudayaan Drs M Yunus Abidin seraya memperlihatkan surat yang mereka terima, dengan nomor 421.7/727/V/2009 tanggal 6 April 2009, mengenai undangan mengikuti FLS2N. Tujuan surat itu adalah Disdik Paser. Menurut mantan Ketua Bappeda Paser ini, sejak implementasi PP 41 tahun 2007, Pemkab Paser telah membentuk satu instansi yang namanya Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga. "Jadi semua penanganan mengenai olah raga, kepemudaan dan seni dikelola oleh kami. Maka itu surat undangan untuk mengikuti FLS2N mestinya ditujukan ke Disbudparpora, bukan ke Disdik," jelas Azis. Kalau ternyata sekarang ada miskomunikasi antara Disbudparpora dengan Disdik Paser, tambah Azis, itu karena masalah transisi PP 41 pada tahun 2009. Pelimpahan wewenang dari Disdik Paser ke Disbudparpora perlu waktu. "Kami harap masalah ini tidak terulang pada tahun 2010 nanti," tandas Azis.(KaltimPost,06052009) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
