"Jangan Instan dalam Pendidikan" | |
|
PASERKAB, 30-04-2009 00:00:00 WITA Pemerintah Kabupaten Paser bertekad mengirimkan sebanyak mungkin putra-putri Paser untuk melanjutkan pendidikan di luar daerah. Bahkan Wakil Bupati HM Hatta Garit MM pernah mengatakan, Pemkab ingin mengirim sampai 5 ribu alumni SLTA untuk kuliah dan menjalani kursus atas biaya Pemkab. Kebijakan seperti itu selama ini selalu mendapatkan reaksi pro dan kontra dari berbagai kalangan. Namun menurut Hatta itu wajar, karena hasilnya belum kelihatan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, yang hasilnya baru kelihatan dalam beberapa tahun kemudian. "Jangan berharap sesuatu yang instan dalam menyekolahkan putra-putri kita. Sekarang banyak kritik ditujukan kepada kami, bahwa banyak yang telah lulus kuliah namun sampai sekarang belum bekerja. Ini paradigma yang keliru," kata Hatta. "Seharusnya kita bisa mencontoh Malaysia dan India. Kedua negara ini mengirimkan banyak warganya untuk belajar di negara maju. Satu hal yang patut diacungi jempol, kedua negara tersebut tidak pernah mengharuskan warganya yang telah dikirim untuk kembali mengabdi di negaranya. Lihatlah sekarang, warga India ada yang bekerja di NASA (pusat angkasa luar AS)," lanjut Hatta. Contoh itu bisa diterapkan di Paser. Putra-putri yang dikirim untuk belajar, tidak harus kembali ke daerah. Mereka juga bisa bekerja di daerah lain. Ke manapun perginya mereka tetaplah warga Paser. "Justru merupakan kebanggaan bagi Paser kalau ada warganya yang berprestasi di luar daerah," tandasnya. Pemkab telah mengirimkan sekitar 800 putra-putri untuk kuliah di Balikpapan, Samarinda, Sengkang (Sulsel), dan sejumlah universitas ternama di Jawa. "Insya Allah dalam waktu dekat Pemkab akan mengirim kembali untuk jurusan keperawatan,"pungkasnya.(KaltimPost,29042009) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
