Home » publikasi »
 
PUBLIKASI
Halaman ini dibaca : 31 Kali
small fontmedium fontlarge font

Azis: Kesulitannya Lebih Tinggi

Pemkab Harus Lebih Hemat
Azis: Utamakan Inventarisasi
Tidak Boleh Lebih 15 Persen
Warga Balag-Balagan Lebih Memilih Paser
"Semoga Makin Lebih Baik"
PASERKAB, 27-04-2009 00:00:00 WITA

Kepala Dinas Pariwisata Seni Budaya Pemuda dan Olahraga (Persibudpora) Kabupaten Paser, Ir H Abdul Azis Maulana MSI, menilai sorotan warga terhadap pekerjaan proyek renovasi Museum Sadurangas di Kecamatan Pasir Belengkong sebagai sesuatu yang wajar, dan malah ia syukuri.
Ditemui di ruang kerjanya, kemarin, Azis menyebut sorotan masyarakat terhadap pelaksanaan proyek yang didanai APBN tahun 2008 tersebut sebagai bentuk partisipasi pengawasan.
"Dengan berjalannya fungsi kontrol masyarakat, kami yakin hasil pekerjaan proyek renovasi Museum Sadurangas bisa maksimal," ungkap Azis Maulana.
Seperti diberitakan kemarin, rehabilitasi proyek senilai Rp 1,7 miliar itu mendapat sorotan karena terkesan lambat. Sudah dikerjakan berbulan-bulan tapi belum juga rampung.
Warga Pasir Belengkong sangat berharap pekerjaan museum di ibukota kecamatan yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Paser pada abad ke 19 tersebut, benar-benar dilaksanakan dengan baik.
Tentang kesan lambat itu Azis yang saat diwawancarai didampingi Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Persibudpora, Drs M Yunus Abidin, meminta masyarakat memahami berbagai kendala teknis yang dihadapi dalam proses pekerjaan proyek renovasi Museum Sadurangas, yang memiliki tingkat kesulitan jauh lebih besar dibanding pekerjaan proyek bangunan lainnya.
"Salah satunya adalah pembersihan lokasi. Jika pekerjaan bangunan biasa, tinggal bongkar langsung bersih. Tapi yang ini tidak seperti itu, sebab sebagian besar material yang sudah ada harus dipilih untuk dimanfaatkan atau di pasang kembali sesuai asalnya," jelasnya.
Karena itu, tambah Azis, jangan heran jika di lokasi ada melihat papan eks dinding yang sudah dilepas diberi nomor secara berurutan. Sebab, papan yang sudah dilepas dengan hati-hati ini, harus dipasang kembali di tempat semula. Begitupun tiang bangunan yang sudah dibongkar, tidak boleh di pasang di sembarang tempat, tapi harus diposisi semula.
"Karena tingkat kesulitannya begitu tinggi, maka tidak heran jika proses pembongkaran yang ditargetkan hanya 14 hari baru terealisasi selama 44 hari. Hal itu dimaklumi, sebab sebagian besar benda cagar budaya yang ada pada bangunan sebelumnya harus diselamatkan sehingga bisa dimanfaatkan lagi," jelasnya.
Menyinggung soal lemahnya pengawasan dari pihaknya seperti yang ditudingkan warga, Azis mengaku, sejauh ini pihaknya melalui Kepala Bidang Kebudayaan sudah berusaha maksimal melakukan pengawasan terhadap pekerjaan renovasi Museum Sadurangas tersebut. Tak kurang, hampir setiap saat pihaknya turun untuk memantau langsung kegiatan di lapangan.
"Salah satu bukti bahwa pengawasan dari kami sudah cukup maksimal, bahkan sangat ketat adalah saat sejumlah papan yang sudah terpasang terpaksa dibongkar, karena kualitasnya yang tidak memenuhi standar," papar Azis Maulana.(KaltimPost,25042009)

Dikirim oleh : (administrator)



   BERITA LAINNYA :
28-07-2010 -Tim HBBS Hijaukan Perumahan Korpri Tapis
28-07-2010 -Hentikan Penerimaan Guru Honor Instruksi Kepala Dinas Pendidikan
27-07-2010 -Maksimal Dua Proyek Cara Bupati Membina Kontraktor Lokal
27-07-2010 -Senam Sehat HUT Askes Diserbu Warga
27-07-2010 -Stok Elpiji Dijamin Aman Kebutuhan Bahan Bakar Gas Jelang Ramadan

   CARI ARSIP BERITA :
Tanggal       Bulan       Tahun     


Kembali ke halaman semula
   
Kembali atas halaman ini

 

Berita Populer

Berita Lainnya

 
 


Tamu Online : 9
       

Serba-Serbi

Download File

Gallery Foto & Peristiwa

Dinas/ Instansi Yang Hadir Pada Musrenbang Kec. Muara Samu
Peserta Musrenbang Kec. Muara Samu
Perwakilan Desa Mengemukakan Usulan
Perwakilan Desa

Copyright © 2009 Tim E-Gov
Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur - Indonesia

Halaman ini terbuka dalam waktu : 0.127309 Detik