Ada Donor Darah dan Brosur TBC | |||||||||||
Tak banyak yang tahu kalau 24 Maret besok merupakan hari tuberkulosis se-Dunia. Karena itulah, momen ini akan ditandai dengan dilantiknnya Pengurus Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Paser oleh Ketua Umum PPTI Kaltim. Pelantikan PPTI Paser periode 2008-2012 dengan Ketua Ir H Sanusi Oneh Msi oleh Ketua Umum PPTI Kaltim Dra Helena Nontje Ngayoh ini selain akan dihadiri Bupati Paser HM Ridwan Suwidi, Ketua DPRD Paser, unsur Muspida serta pejabat dan kepala kantor di lingkungan pemkab juga hadir ketua PPTI Samarinda Hj Puji Syaharie Jaang SH Mhum beserta jajarannya. Sekretaris II PPTI Paser Hairuddin mengatakan, bersamaan dengan pelantikan PPTI Paser Selasa besok akan dirangkai kegiatan pembagian brosur menyangkut tuberkulosis atau TBC kepada masyarakat Tanah Grogot dan pemberian bingkisan kepada penderita TBC yang saat ini dalam proses pengobatan secara simbolis. "Selain itu digelar bakti sosial berupa donor darah, berlangsung setelah pelantikan di Pendopo Kabupaten. Acara ini tidak terbatas untuk anggota PPTI, tetapi juga terbuka bagi warga Tanah Grogot yang ingin membantu rekan kita yang memerlukan darah melalui PMI Paser," jelasnya. Sementara setelah melakukan sejumlah pembinaan terhadap para Pengurus PPTI Paser dan melaksanakan kunjungan kerjanya di Tanah Grogot, rencananya PPTI Kaltim malam ini bersilaturahmi dengan PPTI wilayah serta jajaran pemkab. Ketua PPTI Paser Ir Sanusi Oneih secara terpisah menyatakan pertemuan difasilitasi pemkab dengan acara malam ramah tamah dengan para pengurus PPTI Wilayah Kaltim. "Memperhatikan jadwal yang disampaikan oleh PPTI Kaltim, kami pengurus PPTI Paser menyarankan kepada pemkab agar memanfaatkan momen 23 Maret nanti dengan sebaik mungkin. Karena kesempatan seperti ini sangat jarang terjadi," terang Sanusi Oneih. Apalagi kata mantan Ketua Bappeda Paser ini, dalam acara itu nantinya akan diisi dengan diskusi ringan atau saling tukar informasi dan pengalaman khususnya tentang cara penanggulangan masalah kesehatan, khususnya pemberantasan penyakit tuberkulosis. "Selain untuk menambah wawasan, pertemuan tersebut untuk antisipasi pencegahan perkembangan penyakit tuberkulosis di Paser. Hingga saat ini, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2007 memperlihatkan sepertiga dari populasi dunia tertular penyakit ini. Di dunia, tercatat 9 juta kasus baru Tuberkulosis dan diperkirakan 2 juta kematian oleh penyakit itu tahun 2006 tadi. Jadi Pemkab Paser dan semua pihak harus bisa menganulir penyakit Tuberkulosis ini," kata Sanusi. Berdasarkan data Dirjen Penularan Penyakit Menular Departemen Kesehatan RI, di Indonesia terdapat 600 ribu kasus Tuberkulosis, dan setiap tahun ada 500 ribu pasien Tuberkulosis baru.(kaltimPost,23032009) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
