Warga Dukung Pembangunan MBI | |||||||||||
Berbagai kalangan di Paser mendukung pembangunan Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) di Tanah Grogot. Bahkan mereka berharap segera direalisasikan pembangunannya, seperti direncanakan pada tahun ini melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Depag. Bahkan, mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Drs H Yusran Aspar mengakui, penunjukan Paser sebagai lokasi pembangunan MBI sangat tepat. Baik dari aspek Paser berada di jalur lintas Kalimantan, sehingga sangat strategis secara geografis, juga semangat keagamaan masyarakat dan perhatian Pemkab Paser terhadap pendidikan agama yang sangat tinggi. "Saya sebagai putra kelahiran Paser, sangat mendukung rencana pembangunan madrasah internasional itu. Semua pihak harus mendukung keberadaan pendidikan yang akan meningkatkan kualitas pengembangan sumber daya manusia Islam ini. Tidak saja di Kaltim, tetapi juga Kalimantan," kata Yusran. Dukungan senada diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Drs H Syakur Rauf MSi. Bahkan ia memberikan apresiasi atas rencana pembangunan MDI ini kepada Pemkab . Menurutnya, keberadaan MBI merupakan langkah positif untuk peningkatan sumber daya manusia. "Dengan berdirinya madrasah internasional akan melahirkan SDM yang terampil dalam ilmu pengetahuan serta memiliki kedalaman iman dan taqwa. Selain itu alumninya pun akan memiliki kualitas yang mempunyai pemahaman tinggi akan Alquran dan Hadits," kata Syakur. Sementara Ketua PHBI Paser Drs H Azhar Bahruddin MAP yang juga Wakil Ketua DPRD Paser menegaskan, di Paser memang layak berdiri sebuah pendidikan Islam bertarap internasional. Tidak saja dilihat dari aspek pengembangan pendidikan Islam menjadi perhatian besar pemerintah, tetapi juga kultur masyarakat Bumi Daya Taka Paser yang mayoritas Muslim. Sekretaris Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Paser H Abdul Latif Thaha SAg juga ikut angkat bicara. Anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai penunjukan pembangunan MBI di Tanah Grogot sangat tepat, seiring dicanangkannya program pendidikan unggulan di daerah ini. "Selama ini saya lihat pendidikan unggulan selalu didominasi di ibukota provinsi. Karena itulah ssangat tepat jika Paser sebagai lokasi MBI. Apalagi lahan pembangunan MBI sudah disiapkan pemerintah daerah seluas 20 hektare," kata Latif.(Kaltimpost,21032009) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
