Berita

Home / Berita

30 siswa SMK Paser ikuti kelas industri


Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi menyematkan tanda peserta kepada siswa SMK 3 Tanah Grogot yang mengikuti pelatihan kelas industri, Selasa (31/7/2018). (Diskominfostaper Paser)

 

Tana Paser (Antaranews Kaltim) - Sebanyak 30 orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, mendapatkan pelatihan kelas industri dari PT BUMA, salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di daerah itu.

Pelatihan ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang dilakukan Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi dengan General Manager PT BUMA Johny S Kurniawan di halaman SMK 3 Tanah Grogot, Selasa.

"Ikuti pelatihan kelas industri ini dengan serius dan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," kata Yusriansyah berpesan kepada peserta pelatihan.

Pelatihan yang diikuti puluhan siswa SMK 3 itu dilakukan pada hari Sabtu, sehingga tidak akan mengganggu kegiatan belajar siswa di sekolah.

Yusriansyah menilai kerja sama ini dapat memberikan peluang siswa sekolah kejuruan untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya dan bukan mustahil dari mereka yang memiliki keahlian dapat direkrut sebagai karyawan perusahaan.

"Ke depan malah bisa ditambah kegiatan serupa untuk memberikan ilmu kepada siswa SMK," ucap Yusriansyah.

Yusriansyah berharap pihak perusahaan tidak hanya memberikan ilmu dasar industri, melainkan juga dapat ditindaklanjuti dengan pelatihan-pelatihan lainnya.

"Kalau perlu jika ada siswa yang memiliki kemampuan dan skill dapat direkrut menjadi tenaga kerja di PT BUMA," ujarnya.

General Manager PT BUMA Johny S Kurniawan mengemukakan, program pelatihan kelas industri akan menjadi modal penting bagi siswa kejuruan sebelum mereka terjun ke dunia kerja.

"Selain itu juga dapat memberikan rasa percaya diri mereka. Kami harap mereka bisa menjadi contoh bagi rekan-rekannya," kata Johny.

Sementara itu, Kepala SMK 3 Tanah Grogot, Pamuji, berharap para siswa yang mengikuti pelatihan kelas industri dapat direkrut menjadi tenaga kerja di PT BUMA setelah lulus sekolah, meski mereka tetap diberikan kebebasan untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan.(*/Diskominfostaper Paser)

Like