Berita

Home / Berita

PERNYATAAN RESMI PEMPROV KALTIM TENTANG TUMPAHAN MINYAK DI TELUK BALIKPAPAN


Asap hitam dan api yang diduga muncul dari kawasan Teluk Balikpapan pada Sabtu (31/3/2018) pagi (Kaltim Post/Jawa Pos Group)

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim menyampaikan sikap resmi terkait tumpahan minyak akibat putusnya pipa transfer Pertamina di Teluk Balikpapan yang terjadi Sabtu, 31 Maret 2018 lalu. Pemprov minta agar Pertamina bertanggungjawab dengan segera memperbaiki pipa transfer yang putus agar kilang di Refenery Unit  V Balikpapan kembali normal. Pipa transfer tersebut menghubungkan tangki timbun Lawe-Lawe di Penajam Paser Utara dengan kapasitas 7 x 800.000 barrel ke tangki buffer di Balikpapan dengan kapasitas 15.900 M3. "Kami sangat berharap agar Pertamina bertanggungjawab penuh atas kejadian ini," kata Juru Bicara (Jubir) Gubernur Kaltim Hendro Prasatyio di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/4). 

Pemprov juga minta agar Pertamina terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk penyelesaian sengketa dan pemulihan lingkungan. Demikian pun dalam hal penyelesaian aspek hukum, khususnya klaim masyarakat terhadap pihak-pihak yang menyebabkan putusnya pipa transfer tersebut. Termasuk ganti rugi para korban terdampak tumpahan minyak. Terutama keluarga korban meninggal dunia serta memperbaiki kerusakan-kerusakan yang lain.  "Semoga ini bisa menjadi perhatian serius Pertamina," tegasnya.

Pertamina sendiri sudah melakukan berbagai upaya pemulihan atas pencemaran tumpahan minyak tersebut dengan dukungan instansi dan organisasi terkait. Pertamina juga telah memberikan santunan uang duka kepada keluarga lima korban meninggal dunia. Saat ini Pemprov Kaltim juga terlibat dalam tim yang dibentuk oleh Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, sesuai Perpres 109/2016 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut. Pemerintah juga sudah memerintahkan Walikota Balikpapan dan Bupati PPU untuk melakukan upaya penanggulangan melalui pembersihan pantai dan lokasi yang terkena dampak langsung akibat tumpahan minyak.

Berikut Pernyataan Resmi Pemprov Kaltim Tentang Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan :

  1. Kejadian tumpahan minyak di teluk Balikpapan terjadi pada Hari Sabtu tangal 31 Maret 2018 sekitar pukul 02.00 WITA. Akibat putusnya pipa transper minyak dari tangki timbun Lawe-lawe dengan kapasitas 7 x 800.000 Barrel ke tangki buffer di Balikpapan dengan kapasitas 15.900 M3.
  2. Posisi terjadinyan tumpahan minyak di Muara Sungai ± 1 KM dari bibir pantai di pananjam atau sekitar 2,5 s/d 3 KM dari stasiun Pig launcher di Penajam pada koordinat (116?47’22.96” BT ; 1?14’44,75 LS).
  3. Kejadian tumpahan minyak akibat patahnya pipa transfer 20 inch dengan ketebalan 12 MM pada kedalaman ±22 M.
  4. Pipa bergeser ± 120 M dari posisi semula, dan penyebab putusnya pipa tersebut masih dalam tahap penyelidikan pihak Polda Kaltim
  5. Minyak yang diperkirakan tumpah akibat putusnya pipa transfer tersebut ± 44,868 Barrel (70.098 M?).
  6. Luas daerah yang terpapar minyak tersebut menurut informasi LAPAN tanggal 2 april 2018 seluas ± 13.559 Ha dan panjang pantai yang tepapar minyak tersebut sepanjang ± 60 KM.
  7. Peran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam Kejadian tersebut antara lain:Menjadi Anggota ti yang dibentuk oleh KSOP Balikpapan sesuai dengan Perpes 109 tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut.
  • Membuat surat Gubernur yang memerintahkan Walikota Balikpapan dan Bupati Penajam Paser Utara untuk melakukan upaya penaggulangan melalui pembersihan pantai dan lokasi yang terkena dampak langsung akibat tumpahan minyak tersebut, dan mengambil langkah lain yang dianggap perlu untuk mengatasi hal tersebut.
  • Bersama Tim Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan Melakukan verifikasi sengketa lingkungan Hidup akibat dampak yang ditimbulkan oleh kejadian tumpahan minyak tersebut.
  • Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan melalkukan penuntutan kepada PT. Pertamina (Persero) mewakili masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kertanegara yang terkena dampak langsung akibat kejadian tersebut.

       8. Pihak PT. Pertamina (Persero) sampai saat ini sudah memberikan uang duka untuk 5 (lima) orang yang telah menjadi korban.

       9. Untuk penanganan aspek social PT. Pertamina telah melakukan:

  • Pemeriksaan medis masyarakat ± 1.666 jiwa
  • Pembangunan dapur umum
  • Pembukaan posko medis
  • Pembagian masker ± 5.000 orang
  • Menerjunkan tim gast test untuk memastikan daerah perkampungan aman dari paparan minyak.

      10. Pertamina harus bertanggung jawab:

  • Perbaikan pipa transfer 20 inch yang putus, sehingga kapasitas kilang RU V Balikpapan dapat kembali normal
  • Berkoordinasi dengan KLHK untuk penyelesaian sengketa Lingkungan dan Pemulihan Lingkungan 
  • Tindak lanjut / penyelesaian aspek hokum (terkait dengan klaim terhadap pihak yang menyebabkan putusnya pipa, klaim asuransi).
  • Mengganti Rugi terhadap Lingkungan korban dan perbaikan kerusakan.

Like