Berita

Home / Berita

DPMD Menggelar Bursa Inovasi Desa


Tana Paser – Dalam Rangka Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) tahun 2017, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Paser Menyelanggarakan Kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) bertempat di Hotel Kryad Sadurengas Kabupaten Paser, Selasa (5/12).

Dihadiri Bupati Kabupaten Paser Yusriansyah Syarkawi, Sekretaris Dearah AS Fathur Rahman, Unsur Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Tim Penggerak PKK, Pimpinan Bank Kaltimtara Cabang Paser, Perwakilan DPMD Provinsi Kalimantan Timur H. Musa Ibrahim, Konsultan Pendamping Tiga Provinsi Kalimantan Timur beserta rombongan, seluruh Kepala Desa beserta Unsur BPD dan LPM se – Kabupaten Paser.

Mengangkat tema Dengan Bursa Inovasi Desa Kita Tingkatkan Kreatifitas Dalam Membangun Desa Menuju Kemandirian. Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dan World Bank melalui DPMD Kabupaten Paser meluncurkan PID sebagai salah satu alternatif jawaban terhadap permasalahan di desa, melalui salah satu programnya BID.

Yusriansyah dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengatakan melalui program  Bursa Inovasi Desa yang digelar hari ini untuk mempercepat proses pembangunan dan pemberdayaan desa. Kabupaten Paser memiliki 139 desa yang memiliki karakter dan potensinya masing – masing diharapkan dapat mengembangkan potensi yang ada, mengangkat nama dan produk inovasi desa yang nantinya akan menjadi sumber pendapatan asli desa.

“Dalam rangka mempercepat pembangunan desa agar lebih cepat lagi, tidak hanya membangun infrastruktur tetapi kedepannya kita akan meningkatkan kemajuan dalam bidang perekonomian, baik itu dibidang pertanian maupun perkebunan, melalui Badan Usaha Milih Desa (BUMDES) desa bisa meningkatkan pembangunan didesanya masing – masing” harapnya.

M Ali Hapsah selaku ketua panitia menerangkan kegiatan PID melalui program Bursa Inovasi Desa merupakan salah satu solusi terhadap keterbatasan kapasitas desa dalam menyelenggarakan pelaksanaan pembangunan, pengendalian dan pemanfaatan sumber daya yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di desa.

“Data menunjukkan hampir 90% kegiatan pembangunan desa secara nasional lebih terfokus kepada pembangunan infrastruktur daripada pemberdayaan masyarakat.”

“Melalui adanya program ini akan muncul gagasan dan ide, saling berbagi inspirasi dan saling melakukan sharing pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan didesa, bersentuhan dengan pemberdayaan masyarakat yang porsinya masih relatif sedikit yang masuk di APBDes. “ harapnya.

Sambutan Ketua DPMD Provinsi Kalimantan Timur Jauhar Effendi dibacakan oleh H. Musa Ibrahim mengatakan Fokus pengembangan desa seyogyanya lebih mudah karena desa atau kampung memiliki faktor kekuatan yang positif berbeda dengan kota. Diantaranya dengan adanya Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Untuk itu perlu dikembangkan potensi Sumber Daya Manusia yang ada, melibatkan dan berpartisipasi dalam proses pembangunan yang dibantu dengan adanya celah fiskal yang cukup besar,  serta kewenangan desa untuk melakukan self government. Untuk merealisasikan dan tercapainya itu dibutuhkan suatu program yang terorganisir dan akuntabel.

Untuk pelaksanaan perdana Bursa Inovasi Desa di Kabupaten Paser  tahun 2017, terhimpun 50 kegiatan inovatif dari seluruh  desa di Indonesia, dari 50 inovasi tersebut panitia pelaksana telah memilih 38 kegiatan yang dipandang relevan dengan kondisi Kabupaten Paser, terdiri dari 22 inovasi yang terkait dengan bidang pengembangan SDM dan 16 inovasi terkait dengan pengembangan infrastruktur dan kewirausahaan, ke 38 kegiatan inofatif yang akan di berikan pada hari ini akan menjadi opsi bagi desa-desa di kabupaten Paser untuk dikembangkan dan diimplementasikan.(man)

Sumber : http://diskominfo.paserkab.go.id/index.php/web/posts/139/DPMD-Menggelar-Bursa-Inovasi-Desa

Like