Berita

Home / Berita

Paser Dukung PNS Masuk Tujuh Hari Kerja


Tana Paser (Paserkab.go.id) Pemerintah Kabupaten Paser mendukung wacana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait akan diberlakukan tujuh hari kerja untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi mengatakan, dengan sepenuhnya mendukung wacana tersebut dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau memang itu sudah merupakan kebijakan pemerintah, maka kami akan melaksanakan itu. Karena maksud presiden Jokowi berharap kita untuk mempercepat pembangunan, mau tidak mau jam kerja penuh itu akan dilakukan,” kata Yusriansyah ditemui usai melakukan musrenbang di Kecamatan Long Ikis, Rabu (8/2/2017).
 
Kemenpan RB pada akhir tahun 2016 merancang perencanaan akan diberlakukan tujuh hari jam kerja kepada ASN guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
 
“Kita tidak keberatan karena itu sudah merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo. Kami mendukung ASN masuk pada hari Sabtu dan Minggu,” kata Yusriansyah.
 
Wacana tersebut membuat pemerintah harus mengalokasikan anggaran terkait ditambahnya dua hari kerja bagi ASN.
 
Pemkab Paser kata Yusriansyah, tentu akan mengalokasikan dana tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada ASN yang telah lembur bekerja.
 
“Kalau memang diberlakukan, ada semacam uang lembur, tentu akan kami alokasikan. Konsekuensinya, pembangunan yang tidak prioritas akan dikurangi untuk alokasi program tersebut. Itu tidak masalah yang penting dapat mempercepat pembangunan di Kabupaten Paser,” tutur Yusriansyah.
 
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Paser I Gusti Putu Suantara mengatakan akan mengalokasikan anggaran apabila wacana tersebut memang diberlakukan.
 
“Bappeda siap malau itu ada aturan demikian, kita akantindak lanjuti. Bappeda kita alokasikan anggaran karena pak Bupati sangat mendukung program itu,” kata Putu Suantara.
 
Konsekuensi dari wacana program itu menurut Putu Suantara membuat pemerintah harus memilah program-program yang tidak prioritas untuk memberikan uang lembur kepada ASN yang masuk pada hari Sabtu dan Minggu.
 
“Mungkin nanti ada biaya pembangunan yang dikurangi, artinya diseleksi lagi manaskala prioritas disesuaikan dengan anggaran tersedia,” kata Putu.
 
Apabila wacana itu benar-benar digulirkan pemerintah, terlebih di pertengahan tahun anggaran kata Putu, Pemkab Paser akan mengalokasikan dana apresiasi tersebut di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan.
 
“Kalau memang benar digulirkan wacana tersebut, misalnya di pertengahan tahun anggaran, uang lembur itu bisa dialokasikan di APBD Perubahan,” pungkas Putu Suantara.(KIP8)

Like