Berita

Home / Berita

Guyuran Beasiswa Kaltim Cemerlang Mengering


KESULITAN ANGGARAN: Gubernur Awang Faroek Ishak secara simbolis memberi Beasiswa Kaltim Cemerlang kepada salah seorang murid di Samarinda, dua tahun lalu.(anggi praditha/kp)

 

PROKAL.COMEROSOTNYA APBD 2017 Kaltim bak bola liar. Selain mengancam pembiayaan pembangunan, juga berdampak pada program Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC). Alokasi program unggulan Pemprov Kaltim yang bergulir sejak 2009 itu dipastikan bakal turun drastis pada tahun depan.

Bahkan, program ini rencananya hanya difokuskan untuk program beasiswa kerja sama yang sudah bergulir sejak beberapa tahun silam. Hal tersebut disampaikan Asisten III Sekprov Kaltim Bere Ali. Dia mengungkapkan, defisit keuangan di Kaltim turut berimbas pada program pendidikan. Pemprov terpaksa mengurangi kuota penerima BKC pada tahun depan.

Padahal berdasarkan target Gubernur Awang Faroek Ishak, BKC bisa disalurkan kepada 50 ribu penerima dalam kurun 2013-2018. “Keuangan Kaltim sedang sulit, BKC terpaksa difokuskan untuk membiayai beasiswa kerja sama yang memang wajib dibiayai sampai program berakhir,” ucap Bere Ali.

Dikatakannya, beasiswa kerja sama tersebut meliputi program pendidikan perkeretaapian di Rusia. Kemudian, beasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Lalu, beasiswa dosen Universitas Mulawarman (Unmul), serta pelbagai beasiswa kerja sama dalam maupun luar negeri yang sudah dijalin Pemprov Kaltim.

Adapun beasiswa kategori umum lainnya masih belum bisa dipastikan. Apakah tetap dilanjutkan atau dihentikan, bergantung keuangan daerah. Pun ada, ia memastikan kuotanya tidak sebesar beberapa tahun sebelumnya. “Di luar kerja sama kemungkinan ada tapi sangat kecil sekali. Komitmen gubernur target 50 ribu belum bisa dipenuhi karena keuangan sulit,” tegasnya.

 Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi menambahkan, pengurangan kuota BKC 2017 merupakan imbas lesunya ekonomi Kaltim. Sehingga berdampak besar pada penerimaan daerah di ABPD Kaltim 2017. Meski begitu, dirinya berjanji, BKC bakal kembali normal, sesuai komitmen gubernur apabila keuangan daerah membaik.

“Kalau APBD membaik pasti ditambah kuotanya. Tapi bertahap,” ucap Rusmadi. Sebagaimana diketahui, program BKC merupakan program unggulan yang diperebutkan mahasiswa dan dosen di Kaltim. Bahkan, dalam sisi jumlah dan nominal, BKC merupakan program pendidikan tertinggi ketimbang pemerintah daerah lain se-Indonesia.

Setiap tahun, atau sejak 2009, BKC disalurkan kepada 30 ribu. Per tahun, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 100 miliar. Berkat itu, pada 2013, Pemprov Kaltim mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemprov Kaltim karena mampu memberikan beasiswa terbaik dari sisi penerima maupun dari sisi nilai. (*/him/riz/k15)

Sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/286982-guyuran-beasiswa-kaltim-cemerlang-mengering.html

1 Like